Rabu, 16 Maret 2011

Kebudayaan Kalimantan Barat Tari Jepin

    
Tari Jepin merupakan salah satu tari tradisional Kalimantan Baratyang berasal dari Arab. Di Kalimantan Barat terdapat berbagai macam jenis tari Jepin, contohnya Jepin Tembung (tiang), Jepin Kerangkang (jala ikan), Jepin Payung, dan Jepin Selendang. Tari Jepin ini dinamakan sesuai dengan perlengkapan tari yang digunakan.
    Alat musik pengiring tari Jepin yaitu seperti gambus, rebana, rithem, dan tamborin. Gerakan tari Jepin banyak bertumpu pada variasi loncatan gerakan kaki. Zaman dahulu, tari tradisional Kalimantan Barat ini sering dipertontonkan di depan raja-raja, namun pada zaman sekarang tari Jepin ditampilkan untuk menyambut tamu dari luar dan lain-lainnya.

Alat Musik Sampek
Suku Dayak Kayaan yang berada di Kalimantan Barat memiliki seni musik yang unik. Suku ini memiliki alat musik yang dinamakan sampek atau masyarakat Kayaan menyebutnya sape’ kayaan. Sape’ adalah musik petik. Alat musik sape’ yang dimiliki oleh Dayak Kayaan bentuknya berbadan lebar, bertangkai kecil, panjangnya sekitar satu meter, memiliki dua senar/tali dari bahan plastik. Sape [...]

Kain tenun Sambas adalah salah satu kain tradisional dan khas tenun melayu di Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas adalah daerah asal penghasil kain Sambas. Kain tenun sambas terkenal karena mempunyai motif khas, seperti lunggi pucuk rebung, dagin serong, dagin biasa dan cual padang terbakar.
Orang Dayak memiliki kepercayaan bahwa orang yang sudah mati jiwanya harus pergi agar tidak mengganggu orang-orang yang masih hidup. Maka dari itu orang Dayak melakukan suatu upacara adat/tradisional kematian untuk memastikan jiwa yang mati tersebut dapat pergi mencapai tujuannya. Selain itu, upacara ini dilaksanakan agar keseimbangan alam yang terganggu oleh kematian dapat pulih kembali.
Rumah Betang adalah rumah adat/tradisional khas Kalimantan Barat yang terdapat di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak. Bentuk dan besar rumah Betang ini bervariasi. Ada rumah Betang yang mencapai panjang 150 meter dan lebar hingga 30 meter.
Masyarakat Dayak terutama dalam Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, mengenal seni pahat patung yang berfungsi sebagai ajimat, kelengkapan upacara atau sebagai alat upacara. Patung sebagai ajimat terbuat dari berbagai jenis kayu yang dianggap berkhasiat untuk menolak penyakit atau mengembalikan semangat orang yang sakit. Patung-patung kecil untuk kelengkapan upacara biasanya digunakan saat pelaksanaan upacara adat [...]

Upacara adat Naik Dango adalah sebuah upacara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Nek Jubata (sang pencipta) atas hasil panen padi yang melimpah. Selain untuk bersyukur, masyarakat Dayak di Kalimantan Barat melakukan upacara Naik Dango ini juga untuk memohon kepada Sang Pencipta agar hasil panen tahun depan bisa lebih baik, serta masyarakat dihindarkan dari bencana dan [...]
Senjata tradisional Kalimantan Barat adalah Mandau. Mandau merupakan senjata tajam sejenis parang yang dahulu digunakan sebagai alat perang oleh masyarakat suku Dayak. Mandau memiliki ciri khas tersendiri yaitu terdapat bentuk ukiran-ukiran pada bagian bilahnya yang tidak tajam, ada juga Mandau yang bilahnya terdapat lubang-lubang yang ditutup dengan kuningan atau tembaga sehingga memperindah tampilan Mandau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar